Jurukng, Jurukng Jolai dan Godukng dalam warisan budaya dan tradisi Laman Kinipan

Jurunk di Laman Kinipan

(Kinipan, 12/09/2020) – Untuk menyimpan padi hasil panen dari ladang, suku Dayak Tomun yang tinggal di laman Kinipan mengenal 3 (tiga) jenis tempat penyimpanan padi di laman, yaitu Jurukng, Jurukng Jolai dan Godukng.

Perbedaan yang mencolok dari ketiganya yaitu terletak pada bentuk bangunannya. Bangunan Jurukng biasanya berukuran persegi empat kecil dan umumnya memiliki 6 (enam) tiang pondasi dari kayu Ulin, Jurukng Jolai mirip seperti Jurukng namun bangunannya lebih panjang, sedangkan Godukng memiliki ukuran yg lebih besar dari keduanya. Beberapa kesamaan dari ketiganya adalah Tiang-tiang pondasinya menggunakan kayu dari pohon Ulin, dan sama-sama memiliki Jalapakng, yaitu sebuah kayu pipih berbentuk bundar yang dirangkai menyatu pada setiap tiang-tiang pondasinya. Jalapakng ini berfungsi sebagai penangkal dari hama (tikus/tupai, dan semacamnya) agar tidak dapat naik dan masuk ke dalam Jurukng, Jurukng Jolai dan Godukng. Pada masa lalu Jalapakng biasanya dibentuk dari baner-baner kayu. Warga Kinipan umumnya membuat Jalapakng dari kayu Tapakng (Manggris), Ulin, Meranti dsb.

Dalam kebiasaan perladangan warga Kinipan, sesaat setelah panen di ladang, padi biasanya mereka taruh sementara pada sebuah wadah berbentuk persegi empat yang terbuat dari kulit kayu, yang biasanya terletak dibawah pondok yang ada di ladang. 

Tempat penyimpanan sementara tersebut mereka namai dengan Lumukng Padi (Sejenis Karangking dalam istilah Dayak Ngaju).

Ketika semua padi di ladang telah selesai dipanen, maka padi tersebut dibawa ke laman dan diletakkan pada Jurukng, Jurunk Jolai atau Godukng.

Pada masa-masa lalu, Jurukng, Jurukng Jolai dan Godukng biasanya dibangun didepan rumah mereka di laman. Namun saat ini telah ada yang mendirikannya disamping rumah mereka. Dalam pembangunannya pun tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, ada ritual, pantangan, maupun waktu khusus yang harus dilakukan dan diperhatikan jika ingin mendirikannya agar padi yang disimpan tidak diserang hama (tikus, tupai, dll) serta keyakinan agar padi selalu terisi di Jurukng, Jurukng Jolai dan Godukng tersebut. 

Bersambung…..

Sumber : Bpk. Alpius Ijun (Mantan Kepala Adat Kinipan dan Mantan Kepala Adat Kecamatan Batang Kawa).

Dokumentasi oleh @AMAN Kalimantan Tengah/2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *