Berita

RENSTRA DAN RAKERWIL SEBAGAI BENTUK PERAYAAN HUT RI KE – 78 OLEH PENGURUS, PELAKSANA WILAYAH DAN DAERAH ALIANSI MASYARAKAT ADAT NUSANTARA (AMAN) KALIMANTAN TENGAH

Pada Dirgahayu Republik Indonesia ke – 78 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus lalu, ALIANSI MASYARAKAT ADAT NUSANTARA (AMAN) KALIMANTAN TENGAH resmi melaksanakan kegiatan Rapat Renstra (Rencana Strategis) dan Rakerwil (Rencana Kerja Wilayah) selama 2 (dua) hari, dari tanggal 17 – 18 Agustus 2023.

Bertempat di Aula Pertemuan Anjungan Kotawaringin Timur (Kotim) Palangka Raya, kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus, yang terdiri dari Ketua dan Anggota Dewan Pengurus Wilayah (DAMANWIL) dan Ketua Pelaksana Harian Wilayah AMAN Kalimantan Tengah serta Pelaksana Harian Wilayah dan Daerah beserta Dewan Pengurus Daerah (DAMANDA) se – Kalimantan Tengah. Total peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 30 (tiga puluh) orang.

Foto bersama pada kegiatan Renstra dan Rakerwil (17 – 18 Agustus 2023)

Pengambilan moment tanggal bersejarah 17 Agustus untuk AMAN Se-KALTENG melaksanakan Renstra dan Rakerwil merupakan salah satu penegasan bahwa sepanjang usia Kemerdekaan Bangsa Indonesia begitu banyak tantangan kita sebagai MA (Masyarakat Adat) yang perlu di bicarakan sekaligus perlu kita tentukan arah kemerdekaan seperti apa yang kita inginkan sebagai Masyarakat Adat yang berada Di Bangsa Indonesia dimana menjunjung tinggi nilai-nilai Demokrasi, kesejehteraan seluruh warga Indonesia yang tertuang dalam Undang – Undang.

Dalam sambutan sekaligus memimpin kegiatan ini selama 2 hari, Bertinus Isang selaku Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DAMANWIL) AMAN Kalimantan Tengah, hasil Renstra yang akan ditetapkan pada Rakerwil dapat menjadi dasar untuk kerja program wilayah dan daerah sampai selesainya periode ini di 2027. “Kita dalam menetapkan rencana kerja hari ini, langsung pada pokok masalah masing masing didaerah dan sudah menjadi masalah kita bersama. Kita disini mewakili komunitas, jadi kalau rencana ini gagal, ini adalah salah kita. Tidak usah terlalu banyak, 1 (satu) saja tapi sekira dampaknya bisa berlangsung panjang dan lama”.

Bertinus Isang dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Renstra dan Rakerwil AMAN Kalimantan Tengah

Dalam pernyataan terpisahpun Isang menambahkan, “Bahwa penting sebelum menentukan rencana kerja yang akan kita buat dan tetapkan sebagai program kerja selama periode ini, kita harus tahu dan kondisi apa yang kita hadapi baik diwilayah dan daerah, agar program kerja nanti tepat sasarannya dan tujuannya sasarnya jelas. Ini menghindari kerja-kerja yang percuma nanti. Tentu masing masing baik itu wilayah dan daerah punya prioritas yang berbeda. Lebih baik program kerja sedikit tapi terlaksana daripada banyak tapi terbengkalai”.

Pun dalam pernyataannya, Bintang selaku anggota Dewan Pengurus Wilayah AMAN Kalimantan Tengah menyatakan bahwa, “Semua peserta Renstra dan Rakerwil yang hadir saat ini cukup bersemangat dan dalam diskusi aktif mengutarakan pendapat dan situasi yang dihadapi saat ini, semoga program kerja yang nanti ditetapkan dapat terealisasikan”.

Pembahasan Renstra  AMAN Se-KALTENG menghasilkan beberapa agenda yang dianggap Kontekstual, PW (Pengurus Wilayah), PD (Pengurus Daerah), dan Organisasi Sayap yang  memutuskan untuk 4 (empat) poin utama yang akan di jalankan dalam rencana kerja 4 tahun ke depan. Poin pertama percepatan pemetaan partisipatif di Komunitas anggota AMAN Se-KALTENG, kedua Pembenahan dan Pembentukan Sekolah Adat di Daerah, ketiga Pembentukan BUMMA (Badan Usaha Milik Masyarakat Adat), keempat adalah Penggalian dan Penerbitan Buku Sejarah Kampung dan Perubahannya.

Suasana kegiatan Renstra dan Rakerwil (18/08/2023)

Salah satu agenda dalam Rakerwil yang diselenggarakan tersebut, Ferdi Kurnianto selaku Ketua Pelaksana Harian Wilayah menyampaikan sikap tegas AMAN Kalimantan Tengah dalam situasi politik saat ini, “Semua pilihan politik khususnya dalam Pemilihan Gubernur Kalteng tahun 2024 akan dikembalikan ke masing masing komunitas, karena AMAN Kalimantan Tengah memutuskan untuk non-partisan dalam Pemilihan Gubernur nanti”.

Pun dalam situasi kegiatan REDD+ meliputi upaya penghentian deforestasi dan degradasi hutan, serta mengikutsertakan kegiatan konservasi hutan dan karbon, dan peningkatan cadangan karbon, dengan tegas bahwa AMAN Kalimantan Tengah menerapkan NO REDD dalam upaya pendampingan dan pelayanan dikomunitas.

Kiranya hasil renstra dan rakerwil ini bisa di laksanakan berdasarkan kesepakatan Bersama dan membawa angin segar kepada cita-cita AMAN yang sering kita gaungkan yaitu Mandiri Secara Ekonomi, Berdaulat Secara Politik, dan Bermartabat Secara Budaya.

***

AP/YAS-AMANKALTENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *